Fuel Pro

Lebih dari 10rb unduhan

Dengan fuelpro kontrol pengeluaran kendaraan menjadi lebih mudah dan efisien.

Kapan Saat yang Tepat Untuk Membeli Mobil Listrik?

Oleh
Diterbitkan

Kondisi global yang kini kian memprihatinkan membuat seluruh dunia mencari solusi untuk menyelamatkan bumi dari kenaikan suhu dunia.

Banyak sekali hal yang dapat terjadi jika suhu dunia terus meningkat, dimulai dari kebakaran hutan yang merupakan sumber penghasil oksigen terbesar hingga mencairnya es di kutub yang menyimpan mikroorganisme yang mematikan.

Salah satu cara untuk mengatasi hal diatas adalah dengan peralihan menuju energi baru terbarukan.

Energi baru terbarukan yang dimaksud adalah energi yang berasal dari alam, yang tentunya ramah lingkungan, dan tentunya dapat diperbaharui.

Pengaplikasian energi terbarukan ini diterapkan salah satunya kepada mobil, dimana penggunaan bensin digantikan dengan energi listrik.

Di Indonesia sendiri maraknya penggunaan mobil listrik dimulai sejak tahun 2020 dimana Presiden Jokowi, yang saat itu menjabat, mendorong pengembangan mobil listrik.

Karena mobil listrik tidak menggunakan bensin, pemerintah melalui PT. PLN menyediakan tempat pengisian daya listrik (SPKLU).

Bukannya listrik yang dipakai itu dari bahan bakar fosil ya?

Memang betul listrik yang digunakan di kehidupan sehari - hari berasal dari bahan bakar fosil. Hampir 90% total produksi listrik di Indonesia berasal dari bahan bakar fosil (Our World in Data, 2020).

Namun SPKLU yang disediakan udah mendapatkan Renewable Energy Certificate (REC). Artinya, listrik yang disediakan 100% menggunakan energi baru terbarukan (EBT) ya teman - teman!

Listrik yang digunakan mobil listrik akan disimpan didalam baterai. Sistemnya sama kaya HP jadinya. Kalau baterainya habis, ya mobilnya tidak bisa jalan.

Karena dari EBT, otomatis hasil pembakaran dari mobil (emisi gas) kalian jauh lebih kecil. Jadi secara tidak langsung kalian berkontribusi mengurangi polusi udara loh.

Wah menarik banget nih! Kalau gitu ganti mobil listrik aja kali ya?

Eits, tunggu dulu βœ‹πŸ» Jangan karena mobil listrik lebih ramah lingkungan jadinya kalian langsung beli produk ini.

Ada beberapa pertimbangan dan concern yang butuh kalian pikirkan nih sebelum beralih ke mobil listrik yang bisa kalian baca dibawah ini:

  • Ketersediaan SPKLU Nah kalian perlu tau nih apakah di tempat atau kota yang sering kalian kunjungi kalian dapat dengan mudah mengisi daya listrik. Kalau sedikit, repot juga kan ya?

    Lebih dari 900 SPKLU yang beroperasi di seluruh Indonesia pada Desember 2023 dimana Jawa Barat memiliki jumlah terbanyak yaitu 150 lokasi.

    Jika dibandingkan dengan POM bensin dengan jumlah mendekati 8000 lokasi, tentu saja total SPKLU di Indonesia bisa dibilang jauh sedikit.

    Untuk mengecek lokasi, kalian bisa cari di mbah google dengan keyword β€œDaftar lokasi SPKLU di (nama kota yang ingin kalian ketahui)β€œ.

  • Waktu charging Waktu charging dari mobil listrik bervariasi sesuai dengan merek, yaitu pada rentang 5 - 12 jam jika baterai mobil sudah low (kisaran 20%) dan ingin mengisi hingga penuh.Dibandingkan dengan mobil bensin, tentu saja butuh waktu yang lama.

  • Jarak tempuh Jarak tempuh dari mobil listrik juga bervariasi nih sesuai dengan merek, yaitu pada rentang 200 - 700 km.

    Sebelum kalian membeli mobil listrik, perlu ada pertimbangan dari jarak tempuh maksimalnya. Jika kalian sering berpergian jarak jauh, mungkin kalian butuh mobil listrik dengan jarak tempuh yang jauh juga.

    Semisal kalian ingin membeli wuling air ev, jarak tempuh maksimal dari mobil tersebut yaitu 300 km. Mungkin akan sulit untuk berpergian jarak jauh, terlebih jika mudik dari daerah jakarta ke daerah jawa.

    Oleh karena itu, jarak tempuh ini berkaitan erat dengan lokasi SPKLU sama waktu charging. Kalian perlu rajin untuk mengecek jarak yang kalian tempuh dan lokasi SPKLU, jangan cuma rajin ngecek notifikasi dari doi aja 😏

  • Ketersediaan bengkel Hingga saat ini, jumlah lokasi bengkel mobil listrik yang bersertifikat di Indonesia hanya 24 bengkel.

    Sehingga bagi kalian pemilik mobil listrik, jaga baik - baik mobil kalian dikarenakan akan repot jika ada masalah di mobil kalian. Tapi jangan lupa juga jaga hati kalian ya πŸ™‚

  • Penggunaan baterai Baterai mobil listrik memiliki usia diantara 10 - 15 tahun atau jika jarak tempuh sudah mencapai 200,000 km. Oleh karena itu, baterai mobil perlu diganti.

    Namun karena bahan baterainya sendiri tidak ramah lingkungan, yaitu berbahan dasar nikel dan litium, apakah ini merupakan langkah yang tepat? πŸ€”

    Terlebih biaya penggantian baterai mobil yang tidak seharga kacang rebus, yaitu pada rentang 300 - 600 juta rupiah. Ada beberapa yang mungkin akan berpikir untuk membeli mobil baru aja, bener kan? Iyalah, cenayang.

  • Keselamatan Salah satu yang sangat penting, walaupun amit - amit jangan sampai terjadi. Di setiap mobil listrik ini tentunya sudah disediakan air bag ketika terjadi tabrakan.

    Namun, sudah pasti dong jiwa survival kita ingin keluar dari mobil karena mobil itu sudah rusak dan suatu waktu dapat terbakar atau lebih buruknya meledak.

    Jika terjadi kecelakaan, maka daya listrik dari mobil listrik akan berkurang karena sudah pasti ada beberapa baterai yang rusak. Karena daya listrik mobil berkurang, pintu mobil pun akan otomatis terkunci.

    Kecelakaan ini sudah terjadi di luar negeri dan permasalahannya persis seperti yang udah dijelasin sebelumnya

    Selain itu, baterai mobil listrik ini juga bisa korslet karena ya menggunakan daya listrik. Ga cuma otak aja yang korslet.

Kalau gitu, kapan ya waktu yang tepat untuk ganti jadi mobil listrik?

Nah tapi dengan pertimbangan diatas, sebenernya Indonesia udah ada solusinya loh.

Dimulai dari terus bertambahnya fasilitas (SPKLU dan bengkel) penunjang mobil listrik hingga PPN yang turun drastis yaitu menjadi 1%.

Pada tahun 2022, total bengkel mobil listrik hanya 10 di Indonesia. Namun pada tahun 2023 sudah tersedia 24 bengkel. Terjadi peningkatan yang fantastis bukan?

Pemerintah juga mentargetkan pada tahun 2024 total SPKLU di Indonesia mencapai 1558. Hal ini mudah untuk dilakukan karena selisih SPKLU yang sekarang tersedia (sekitar 900 SPKLU) dengan target tidaklah jauh, kecuali kalo uangnya dipakai buat yang lain, ya jadi susah juga sih.

Selain itu, potensi Indonesia untuk menggunakan EBT juga tinggi. Dimulai dari pembangkit listrik tenaga bayu (angin) yang menghasilkan daya 60,6 GWh hingga pembangkit listrik tenaga surya yang menghasilkan daya lebih dari 200 GWh.

Karena pemerintah terus melakukan perkembangan untuk mobil listrik dan adanya inovasi dari mobil listrik itu sendiri, maka inilah saat yang tepat untuk teman - teman membeli mobil listrik!